Sabtu, 12 Februari 2011

Warisan Budaya Islam Yang Terlupakan

  http://1.bp.blogspot.com/_4MBIZvoPV5Q/TTOVvjflttI/AAAAAAAAAfA/3R_WO-4CaPY/s1600/Registan.jpg
Ketika Barat mengalami masa yang disebut sebagai "Masa Kegelapan" pada abad ke-7 sampai abad ke-17, di dunia Islam justeru sedang mengalami perkembangan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Seiring perjalanan waktu ketika dunia Islam mengalami kemunduran, banyak hasil penemuan dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh para ilmuwan Muslim diklaim sebagai hasil penemuan ilmuwan Barat hingga sekarang.

Seorang cendikiawan dan ilmuwan Muslim, Profesor Salim Al-Hassani tidak bisa tinggal diam melihat hal itu. Ia ingin meluruskan fakta sejarah dan mengklaim kembali hasil temuan dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan para ilmuwan Muslim yang selama ini hilang dan diakui sebagai hasil penemuan ilmuwan Barat. Dan kepedulian Salim diwujudkannya dalam buku "1001 Inventions: Muslim Heritage in Our World".

Selama hampir 20 tahun ia menelusuri dan mengumpulkan warisan peninggalan para ilmuwan Muslim di bidang ilmu pengetahuan, seni dan teknologi yang kemudian dibukukannya dalam buku tersebut. "Proyek 1001 penemuan adalah proyek sejarah ilmu pengetahuan dan fokusnya pada periode ribuan tahun yang lalu, mulai dari abad ke-7 dan seterusnya yang kurang diapresiasi oleh banyak orang di dunia sekarang ini," kata Profesor Salim.

Kerja kerasnya selama puluhan tahun bukan hanya membuahkan karya yang bermanfaat bagi generasi muda Islam tapi juga membuahkan penghargaan dari British Science Association.

Profesor Salim mengatakan, ilmu pengetahuan memainkan peranan penting untuk menciptakan saling kesepahaman dan penghormatan Barat terhadap dunia Islam. Terlebih sejak peristiwa serangan 11 September 2001 dimana Islam dan Muslim menjadi target hujatan dan dipandang sebagai peradaban yang primitif.

"Dengan menunjukkan warisan ilmu pengetahuan dan budaya dari kelompok masyarakat yang berbeda-beda, kita bisa menghormati berbagai budaya di dunia, bisa membantu meluruskan pandangan yang menyimpang soal superiotas budaya dan membantu masyarakat dunia untuk menghargai dan menghormati keyakinan, gaya hidup serta sejarah dari umat manusia lainnya," tutur Profesor Salim.

Ia berharap, upayanya mengingatkan kembali kemajuan ilmu pengetahuan yang pernah dicapai para ilmuwan Muslim, bisa mengurangi pemikiran ekstrimis di kalangan Muslim, mempertajam sikap sosial dan mendorong generasi muda Muslim untuk berkarir di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Profesor Salim mengatakan, buku "1001 Inventions" secara keseluruhan mengedepankan kontribusi ilmu pengetahuan beragam latar belakang budaya, terutama dari kalangan Muslim, dalam menciptakan kehidupan modern seperti sekarang ini.

"Apa yang dicapai dunia Islam dibangun atas dasar pengetahuan yang mereka dapatkan dari berbagai peradaban, seperti peradaban Yunani, Babilonia, Assiria, China dan India," ungkap Profesor Salim.

Ia menambahkan, masih ada lima juta manuskrip lagi yang masih menunggu diteliti untuk mengungkap sejarah-sejarah yang hilang, misalnya tentang peran para ilmuwan muslimah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Dari jumlah itu, kata Profesor Salim, baru 50.000 manuskrip yang sudah dipelajari.

Sebagai tindak lanjut buku "1001 Inventions", akan digelar pameran "1001 Penemuan" di Museum Ilmu Pengetahuan, London awal tahun 2010 mendatang. Sekitar 3.000 kopi buku ini sudah dibagikan gratis ke sekolah-sekolah di Inggris dan 90.000 kopi buku ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah di AS dalam setahun mendatang.

Sumber: 
www. eramuslim. com

0 komentar:

Posting Komentar